Pesawat tempur F-35 Lightning II merupakan jet generasi kelima paling canggih di dunia yang memiliki kemampuan siluman . Karena statusnya sebagai simbol keunggulan udara Barat, pesawat ini sering kali menjadi pusat dari berbagai narasi perang informasi atau disinformasi di media sosial

1. Menelusuri Sumber Klaim
Klaim mengenai jatuhnya F-35 oleh sistem pertahanan udara Iran biasanya muncul selama periode ketegangan tinggi, seperti setelah serangan rudal Iran ke pangkalan militer atau wilayah Israel. Seringkali, video yang diklaim sebagai jatuhnya F-35 adalah cuplikan lama dari kecelakaan latihan di tempat lain atau potongan video gim simulasi militer seperti Arma 3.
2. Insiden Nyata yang Melibatkan F-35
Meskipun tidak ada yang jatuh karena rudal Iran, F-35 memang pernah mengalami beberapa insiden teknis di masa lalu. Masalah Teknis Beberapa unit F-35 milik AS, Inggris, dan Jepang pernah mengalami kecelakaan saat latihan akibat kegagalan mesin atau kesalahan teknis lainnya.
Kerusakan di Darat Pada serangan rudal Iran ke Israel (seperti Operasi True Promise), pihak Israel mengakui adanya kerusakan ringan pada infrastruktur di pangkalan udara Nevatim tempat F-35 bermarkas namun menyatakan tidak ada pesawat yang hancur.
3. Kemampuan Pertahanan Udara Iran vs Teknologi Siluman
Iran memiliki sistem pertahanan udara buatan sendiri seperti Bavar-373 dan sistem S-300 buatan Rusia. Secara teori, sistem ini dirancang untuk mendeteksi target jarak jauh. Di sisi lain, F-35 dirancang khusus dengan penampang radar yang sangat kecil agar sulit dikunci oleh sistem rudal tersebut. Hingga detik ini, belum ada konfrontasi terbuka yang mengonfirmasi bahwa rudal permukaan-ke-udara (SAM) Iran berhasil menjatuhkan F-35.
Hingga saat ini, berita tentang F-35 yang ditembak jatuh oleh Iran dikategorikan sebagai berita yang tidak terverifikasi atau hoaks. Dalam situasi konflik, klaim mengenai hancurnya aset militer strategis sering digunakan sebagai alat propaganda oleh berbagai pihak.
Untuk mendapatkan informasi akurat, sangat disarankan untuk merujuk pada pernyataan resmi dari kementerian pertahanan atau kantor berita internasional yang memiliki kredibilitas tinggi
