Hingga tahun ini, jumlah kasus penculikan dan penahanan ilegal yang melibatkan warga Korea di wilayah Kamboja telah mencapai 513 kasus. Berdasarkan data dari kepolisian Korea dan Kementerian Luar Negeri, masih ada 162 orang yang keamanannya belum dapat dipastikan. Direktur Badan Investigasi Nasional Korea, Park Seong-ju, menyatakan bahwa saat ini masih ada 218 orang yang belum kembali ke Korea, dan polisi bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mencari keberadaan orang-orang yang hilang tersebut.

Kasus Penculikan Warga Korea di Kamboja
Periode pelaporan aktif yang ditetapkan Korea untuk kasus penculikan, penahanan ilegal, dan orang hilang di luar negeri telah dimulai pada 16 Oktober. Selama periode ini, tercatat 34 laporan kasus dari negara-negara sekitar, dengan rincian sebagai berikut: Thailand 11 kasus, Vietnam 8 kasus, Filipina 7 kasus, Malaysia, Laos, dan Myanmar masing-masing 2 kasus, serta China dan India masing-masing 1 kasus.
Pihak berwenang khawatir bahwa sarang kejahatan semacam ini mungkin akan berpindah ke negara-negara sekitar, menimbulkan “efek balon”. Untuk itu, sebuah operasi gabungan lintas negara yang melibatkan Korea, Kamboja, Amerika Serikat, dan negara-negara Asia Pasifik lainnya akan dilaksanakan pada 11 November, dengan fokus pada penyusunan daftar tersangka, perlindungan korban, penangkapan, dan pemulihan aset.
